Perilaku Organisasi (PO)
Organizational
Behavior (OB)
Stephen P. Robbins & Timothy A. Judge 12th edition

Bab I.
APAKAH PERILAKU ORGANISASI (PO) atau OB
Tujuan dari Bab I ;
Manager
adalah :
Orang yang mencapai tujuan organisasi melalui orang lain.
Organisasi adalah :
Suatu unit social yang dikoordinasikan secara sengaja, terdiri dari 2 atau lebih orang yang berfungsi pada suatu basis yang relatif berkesinambungan untuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan tertentu.
Fungsi
manajer/manajemen menurut Henri Fayol ada 5
:
Merencanakan,
mengorganisasikan, memerintah, mengkoordinasikan
dan mengendali
Sekarang fungsi itu disederhanakan jadi 4 sbb :
1. Perencanaan :
Mencakup pendifinisian dari, penetapan tujuan, penegakan strategi dan pengembangan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan.
Menetapkan apa tugas-tugas yang harus dilakukan, siapa yang harus mengerjakan, bagaimana tugas itu dikelompokkan, siapa melapor pada siapa dan dimana keputusan harus diambil.
Mencakup hal memotivasi bawahan, mengarahkan orang lain,menyeleksi saluran-saluran komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan konflik-konflik.
Memantau kegiatan-kegiatan untuk memastikan kegiatan itu dicapai sesuai dengan yang direncanakan dan mengoreksi setiap penyimpangan yang berarti.
Peran Manajemen dalam menjalankan fungsinya oleh Henry
Mintzberg dibagi dalam 3 kelompok utama.:
1. Peran antar personal
Peran kepemimpinan yang meliputi perekrutan, pelatihan dan pemberian motivasi dan disiplin karyawan bawahan. Dengan pihak luar maupun antar sesama (penghubung).
Kepada sesama ,bawahan
(peran penyebar) dan pihak luar (juru bicara).
1. Peran wiraswasta : memprakarsai dan mengawasi proyek-proyek baru yang menyempurnakan kinerja organisasi.
2. Peran penanggulangan masalah.
3. Peran mengalokasikan sumber daya manusia, fisik dan keuangan.
4. Peran perunding dan tawar menawar dengan unit lain untuk keuntungan bagi unitnya.
Ketrampilan yang dimiliki manajemen ada 3 :
1. Ketrampilan Teknis: Kemampuan menerapkan pengetahuan atau keahlian spesialisasi.
Kegiatan Manajerial yang efektif lawan yang sukses.
4 (Empat) kegiatan manajerial :
Manajer yang efektif membagi 4 kegiatan agak sama rata , sedangkan manajer yang cepat promosi (Sukses) lebih menekankan pada membentuk jaringan.

2. Apakah PO atau
Khusus OB memfokuskan pada pada 4
hal :
1.
Memperbaiki
produktifitas.
2.
Mengurangi kemangkiran.
3.
Mengurangi
tingkat keluarnya (Turn over) karyawan.
4.
Meningkatkan
kepuasan kerja.
Pemahaman akan perilaku manusia ikut bermain dalam menentukan efektifitas seorang manajer. Organisasi perlu untuk mendapatkan dan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi. Upah dan tunjangan bukan alasan utama ,tetapi mutu pekerjaan karyawan dan dukungan lingkungan kerja. Manajer-manajer dng ketrampilan hubungan antar pribadi yang baik mungkin membuat tempat kerja jadi lebih menyenangkan yang akhirnya akan lebih mudah merekrut dan menjadikan orang memenuhi syarat.
3. Studi sistematik
Pendekatan sistematik adalah keyakinan bahwa perilaku tidaklah
bersifat acak, tetapi berasal dari dan diarahkan ke beberapa tujuan yang diyakini individu,
benar atau salah , demi kepentingan terbaiknya. Perilaku
dapat diramalkan bila kita tahu bagaimana orang mempersepsikan situasi dan apa yang penting baginya. Sementara perilaku itu tidak rasional bagi
orang luar. Pengamat melihat
perilaku tidak rasional karena dia tidak punya akses ke informasi yang
sama atau tidak mempersepsikan
lingkungan dengan cara yang sama. Tentu
saja ada beda antar individu, tetapi ada konsistensi fundamental
tertentu yang mendasari perilaku semua individu yang dapat
diidentifikasikan kemudian dimodifikasi
untuk mencerminkan perbedaan antar individual. Konsistensi
fundamental inilah yang penting untuk meramalkan perilaku seseorang. Konsistensi fundamental ini
ada yang tertulis dan ada yang tidak.
Studi sistematik memperlihatkan hubungan ,dan mencoba menghubungkan sebab dan akibat, serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.
kontribusi
disiplin ilmu kepada bidang
Disiplin ilmu yang menonjol sumbangannya
pada
Sumbangan psikologi terutama pada tingkat analisis individual dan mikro yang lain lebih kearah konsep makro.
1. Psikologi :
Ilmu yang berupaya mengukur dan menjelaskan , dan kadang mengubah perilaku ma nusia dan binatang-binatang lain.
2. Psikologi Sosial :
Ilmu yang berupaya memadukan psikologi dan social serta berfokus pada pengaruh seseorang terhadap orang lainnya.
3. Sosiologi :
Studi tentang orang-orang dalam hubungan dengan manusia sesamanya.
4. Antropologi :
Studi tentang masyarakat untuk mempelajari mengenai manusia dan kegiatan mereka.

Beberapa hal yang mutlak dalam OB.
Untuk
hal-hal dalam fisika – kimia hukum-hukum sebab akibatnya jelas ,tetapi tidak
seperti itu pada manusia. Tidak
semua orang bertindak sama dalam keadaan tertentu dan tidak semua orang
termotivasi oleh uang untuk melakukan suatu kegiatan.
Walaupun
begitu tetap saja dapat dibuatkan ramalan untuk perilaku manusia dan ada
kondisi situasional yang dapat dimasukkan dalam konsep OB. Jadi ilmu OB dikembang
Variabel Contingency (Faktor-faktor situasional) :
Adalah variable-variabel yang memoderatkan hubungan antara variable independen dan dependen dan memperbaiki hubungan itu.
Penyebabnya, ; persaingan global sehingga perubahan sangat cepat dan butuh penyesuaian, dan kondisi lainnya.
a. Menanggapi
globalisasi
Organisasi usaha tak lagi dibatasi oleh
geografi atau nasionalitas,butuh penyesuaian dalam mengelola SDM, contoh ;
1. Penempatan di luar negri (punya Atasan/bawahan/rekan kerja orang asing).
2. Bekerja dengan individu yang kulturnya berbeda.
3. Menanggulangi reaksi Anti kapitalisme.
4. Memantau pindahnya pekerjaan kenegara dengan biaya tenaga kerja rendah.
5. Mengatur individu selama perang melawan
terror berlangsung.
b. Mengelola
keanekaragaman angkatan kerja. :
Meningkatnya heterogenitas organisasi dengan masuknya kelompok-kelompok yang berbeda.sehingga harus dilakukan : pelatihan yang berbeda, mengakui adanya perbedaan tetapi tidak melakukan diskriminasi.
1. Keragaman angkatan
kerja :gender,usia,ras ,etnik, orientasi seksual.
2. Menerima keragaman.
3. Perubahan pada
demografis: Umur usia kerja berubah
c. Memperbaiki kualitas dan produktivitas :
Antara lain dengan :
TQM : Manajemen Mutu Total ; Suatu filsafat
manajemen yang didorong oleh pencvapaian kepuasan pelkanggan secara konstan
lewat perbaikan berkesinambungan atas semua proses organisasi.
d. Meresponse kurangnya tenaga kerja yang trampilan.
e. Meningkatkan layanan Pelanggan.: Sopan dan
memudahkan pelanggan
f. Meningkatkan keahlian personal : membentuk tim dan
keahlian seseorang.
g. Memberdayakan orang (Empowerment) :
Menempatkan karyawan pada tanggung dalam mengenai apa yang mereka kerjakan.
Manajer berfungsi juga sebagai ;pelatih, penasihat, sponsor, atau fasilitator dan karyawan seakan menjadi kolega atau kawan seregu.
h. Menstimulasi Inovasi dan perubahan
i. Berhadapan dengan “temporariness” :
Manajer selalu memperhatikan perubahan karena tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri. Mereka harus luwes, siap berubah.
Mengelola masa kini adalah perubahan yang berkelanjutan dalam jangka yang pan jang yang se-kali kali diselingi kemantapan dalam waktu pendek.
j. Bekerja dengan organisasi yang berjaringan
(internet ,dll).
k. Membantu karyawan menyeimbangkan konflik kehidupan-pekerjaan.
l. Memperbaiki perilaku Etis :
Dilema Etis adalah keadaan dimana seseorang dituntut untuk menetapkan tingkah laku yang benar atau yang salah.
Kondisi ini dapat terjadi karena tekanan / tuntutan pekerjaan yang tinggi. Dewasa ini manajer harus menciptakan iklim sehat secara etis bagi para karyawannya, dimana mereka tetap berproduktivitas tinggi dengan sedikit mungkin ambiguitas menyangkut peran yang benar atau salah.
Mengembangkan suatu model OB.
Model adalah
suatu abstraksi dari realitas; suatu perwakilan yang disederhanakan dari suatu
dunia nyata. Ada 3 tingkat analisis dalam OB.
Model OB dasar terdiri dari 3 tingkat ,yaitu ;

I. Variabel bergantung / Dependen
II. Variabel tak bergantung / Independen
I. Variabel bergantung / dependen adalah :
Faktor kunci dalam
Variabel bergantung adalah focus dari Studi OB, yaitu :
1. Produktifitas : Ukuran kinerja yang mencakup efektivitas dan effisiensi.
Efektivitas : Pencapaian tujuan.
Effisiensi : Nisbah antara keluaran effektif dengan masukkan yang diperlukan untuk
mencapainya.
2. Kemangkiran : Tidak masuk kerja tanpa laporan.
3. Tingkat keluar masuknya karyawan.
Kewarganegaraan Organisasional :
Adalah Perilaku diskresioner/lebih yang bukan merupakan persyaratan jabatan formal
seorang karyawan, tetapi berfungsi efektif terhadap perusahaan.
4. Perilaku
menyimpang ditempat kerja
Perilaku sukarela yang melanggar
norma-norma organisasi yang signifikan dan mengancam kesejahteraan anggota
lainnya. Mungkin karena tak puas.
5. Perilaku
kewargaan Organisasi
Perilaku pilihan yang tak menjadi
bagian dari kewajiban kerja formal namun mendukung berlangsungnya organisasi
secara efektif.
6. Kepuasan
Kerja
Suatu sikap
umum terhadap pekerjaan seseorang, yaitu :
Selisih antara banyaknya ganjaran yang diterima seorang pekerja dengan banyaknya
yang mereka yakini seharusnya mereka terima.
II. Variabel bebas/Independen adalah :
Sebab
yang diandalkan sebelumnya dari beberapa perubahan dalam variable bergantung. Jadi merupakan factor penentu dari 6 faktor
dependen diatas.
2.1 Variabel Tingkat individual :
a) Biografis
b) Kepribadian.
c) Nilai dan sikap.
d) Kemampuan.
Variabel berikutnya yang juga berperan adalah.
a) Persepsi
b) Motivasi
c) Pembelajaran
d) Pengambilan keputusan individu
2.2 Variabel Tingkat kelompok :
Pengambilan keputusan kelompok
Komunikasi
Kelompok lain
Kepemimpinan
Struktur kelompok
Konflik
Kekuasaan dan politik
Struktur kelompok.
Tim-Tim kerja.
2.3 Variabel Tingkat system organisasi :
Budaya Organisasi
Kebijakan dan praktek sumber daya manusia.
Struktur dan disain Organisasi.
Teknologi desain kerja dan stress.
Menuju suatu model dari OB.
Jadi ke tiga tingkat variable bebas
dari 3 tingkatan ini akan membuat ke 6 Variabel bergantung bereaksi.
Hal inilah yang akan kita pelajari.